Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor
(0251) 8631238
admin@gskbb-biosphere.org

Cagar Biosfer, Upaya Bersama Menyelaraskan Konservasi dan Pembangunan

Cagar Biosfer dan Upaya Menjaga Harmoni

Pekanbaru, (17 September 2025), Di Indonesia, sejauh ini sudah ada 20 cagar biosfer yang telah diakui oleh UNESCO. Sebelumnya, kita mengenal beberapa istilah terkait dengan konservasi alam, antara lain suaka margasatwa, cagar alam, dan lainnya. Lalu apa bedanya dengan cagar biosfer? 

Dalam Undang-Undang Konservasi, cagar biosfer memang memiliki perbedaan, terutama dalam hal pendekatan holistik dan terintegrasi. Cagar biosfer sangat penting bagi konservasi keaneragaman hayati dan menyediakan jasa ekosistem penting, seperti sekuestrasi karbon, regulasi air, dan mendukung penghidupan masyarakat lokal. 

Disebutkan bahwa cagar biosfer adalah kawasan terpadu yang mengharmonisasikan kepentingan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan pembangunan sosial, ekonomi, serta iptek yang keberadaannya diakui di tingkat internasional. 

Cagar biosfer didesain untuk menyatukan beragam aktor untuk bekerja sama dalam mewujudukan tujuan bersama. Situs yang telah diakui secara internasional oleh badan PBB, UNESCO, dipilih untuk menjadi contoh bagaimana konservasi dan pembangunan berkelanjutan dikelola melalui payung program Man and Biosphere (MAB). 

Program MAB adalah program ilmiah antarpemerintah yang bertujuan membangun dasar ilmiah untuk meningkatkan hubungan antara manusia dan lingkungannya. Program ini menggabungkan ilmu alam dan ilmu sosial dengan tujuan meningkatkan taraf hidup manusia serta melindungi ekosistem sehingga mendorong pendekatan inovatif terhadap pembangunan ekonomi yang sesuai secara sosial dan budaya, serta berkelanjutan bagi lingkungan.

Jaringan Dunia Cagar Biosfer (World Network of Biosphere Reserves/WNBR) terus berkembang, baik dari segi jumlah maupun kualitas. Hingga saat ini, terdapat 785 cagar biosfer UNESCO di 142 negara (per September 2025), dan banyak negara baru saja mulai bergabung. 

Jaringan Cagar Biosfer Dunia merupakan jaringan dinamis dan interaktif dari situs-situs unggulan yang mendorong keharmonisan antara manusia dan alam untuk pembangunan berkelanjutan melalui dialog partisipatif; berbagi pengetahuan; pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan manusia; penghormatan terhadap nilai-nilai budaya serta kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan.

Pengelolaan efektif 

Salah satu cagar biosfer di dunia yang diakui UNESCO adalah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB). Cagar Biosfer GSK-BB merupakan cagar biosfer ketujuh dari dua puluh cagar biosfer di Indonesia, yang ditetapkan pada sidang pleno ICC MAB pada tanggal 26 Mei 2009.

Cagar biosfer ini membentang di Kabupaten Bengkalis dan Siak serta Kota Dumai dengan luas sebesar 705.721 ha yang terbagi atas zona inti, zona penyangga, dan zona transisi. Area inti merupakan area yang sangat dilindungi untuk kepentingan konservasi. Area penyangga diizinkan dalam mendukung konservasi dan riset. Sementara, area transisi didesain untuk pengembangan ekonomi dan aktivitas manusia berkelanjutan.

Cagar Biosfer GSK-BB merupakan kawasan konservasi yang bernilai penting dengan ciri khas yang sangat istimewa karena terdiri atas hutan rawa gambut. Selain sebagai kawasan konservasi yang melindungi ekosistem beserta kekayaan hayati dan sumber genetik di dalamnya, cagar biosfer ini juga dikembangkan sebagai laboratorium alam untuk berbagai penelitian dan katalis penggerak ekonomi masyarakat di sekitarnya. 

Tentu saja, tekanan terhadap Cagar Biosfer GSK-BB berupa ancaman perubahan penggunaan lahan di zona inti dan penyangga dapat terjadi apabila tidak ada pengendalian dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, diperlukan terobosan dan keterpaduan untuk setiap aspek pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB sehingga dapat menjadikan cagar biosfer ini di Indonesia. 

Pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB memerlukan persiapan, perencanaan, dan upaya pengelolaan berkesinambungan dalam jangka panjang. Terdapat banyak pemangku kepentingan di dalam Cagar Biosfer GSK-BB dengan tingkat kepentingan dan pengaruh yang bervariasi serta tingkat ketergantungan pihak pengguna sumber daya yang ada di dalamnya. 

International for Tropical Timber Organization (ITTO) bermitra dengan Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan (P2SEMH) Kementerian Kehutanan kemudian berupaya meningkatkan pelaksanaan pengelolaan berkelanjutan dan konservasi Cagar Biosfer GSK-BB yang efektif. 

Intervensi segera memang sangat mendesak untuk berkontribusi pada terwujudnya fungsi dasar dan tujuan pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB. Sementara tujuan spesifiknya adalah adalah menginisasi pelaksanaan efektif pengelolaan berkelanjutan dan konservasi Cagar Biosfer GSK-BB yang konsisten dengan konsep pembangunan cagar biosfer.

Setelah vakum selama lima tahun, Pemerintah Provinsi Riau dengan dukungan program ITTO merevitalisasi kelembagaan dengan membentuk Forum Koordinasi dan Komunikasi Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts. 765/VIII/2025. 

Forum ini mempunyai tugas untuk mewujudkan sinergisitas pengelolaan cagar biosfer sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan seluruh instansi pemerintah dan pemangku kepentingan melalui koordinasi dan komunikasi, serta pembagian peran dan tanggung jawab dalam mengimplementasikan rencana pengelolaan yang mencakup kawasan inti, penyangga, dan transisi, berupa konservasi lanskap alami dan kawasan budi daya. 

Hingga saat ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh parapihak, antara lain yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat, kegiatan konservasi, penutupan kanal, patroli rutin dan penegakan hukum terhadap tindakan illegal logging dan perambahan, serta penelitian lainnya yang dilakukan oleh mahasiswa dan akademisi, baik dalam maupun luar negeri. 

Selanjutnya, komitmen pemangku kepentingan untuk keberlanjutan upaya ini tentunya perlu disusun dan dilakukan secara bersama dalam suatu rencana pengelolaan terpadu melalui Rencana Kerja Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu.* 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *