{"id":15424,"date":"2025-09-17T17:56:00","date_gmt":"2025-09-17T10:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/?p=15424"},"modified":"2026-01-02T15:03:19","modified_gmt":"2026-01-02T08:03:19","slug":"mendorong-kontribusi-cb-gsk-bb-dalam-pencapaian-target-folu-net-sink-2030","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/2025\/09\/17\/mendorong-kontribusi-cb-gsk-bb-dalam-pencapaian-target-folu-net-sink-2030\/","title":{"rendered":"Mendorong Kontribusi CB GSK-BB dalam Pencapaian Target FoLU Net Sink 2030"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kolaborasi P2SEMH dengan ITTO dalam Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bogor, 17 September 2025<\/strong>, Kerjasama internasional antara Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan (P2SEMH) dan International Tropical Timber Organization (ITTO) telah diluncurkan dengan fokus pada penguatan pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) di Provinsi Riau. Proyek ini bertujuan untuk mendukung pencapaian target FoLU Net Sink 2030 serta memastikan keberlanjutan fungsi utama cagar biosfer, yaitu konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan, dan penelitian lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Kepala P2SEMH, Dodi Sumardi, kegiatan yang mendapat dukungan dari Program ITTO, yaitu PD 712\/13 Rev.3 (F) \u2018Enhancing the Implementation of Landscape Management of Giam Siak Kecil-Bukit Batu Biosphere Reserve in Riau Province of Sumatra Island, Indonesia\u201d merupakan langkah besar dalam memastikan pengelolaan kawasan GSK-BB yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan mendukung kontribusi Indonesia terhadap pencapaian target global perubahan iklim.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Provinsi Riau sendiri merupakan salah satu wilayah kunci dalam upaya pencapaian komitmen penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia, terutama melalui program Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Program ini menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan sebagai penyerap karbon bersih sebesar 140 juta ton CO2e pada tahun 2030, berkontribusi sekitar 58% dari total target penurunan emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu lanskap strategis di Provinsi Riau yang berperan penting dalam pencapaian target FOLU Net Sink ini adalah Cagar Biosfer GSK-BB. Cagar Biosfer GSK-BB mencakup ekosistem rawa gambut yang luas dan kaya akan keanekaragaman hayati. Namun, tekanan terhadap kawasan ini sangat tinggi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis citra satelit menunjukkan bahwa luas hutan rawa gambut telah menurun dari sekitar 600.000 hektare pada tahun 1985 menjadi 350.000 hektare pada tahun 2002 (Jarvie et al., 2003), akibat konversi lahan, penebangan liar, kebakaran hutan, serta lemahnya pengelolaan dan penegakan hukum. Padahal, WWF (2000) telah mengidentifikasi kawasan ini sebagai High Conservation Value Forest (HCVF) dan LIPI (2008a) mencatat kawasan ini memiliki tingkat keanekaragaman hayati dan keunikan ekosistem yang sangat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pendekatan cagar biosfer, GSK-BB dibagi menjadi tiga zona: zona inti (\u00b1179.000 ha) untuk konservasi murni, zona penyangga (\u00b1222.000 ha) untuk perlindungan terbatas dan penelitian, serta zona transisi (\u00b1304.000 ha) yang membuka ruang untuk aktivitas pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat. Konsep ini menekankan pada pendekatan lanskap terpadu dan kolaboratif antar pihak, sesuai dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 yang kemudian diubah melalui Undang-Undang No.32 Tahun 2024 dan kerangka kerja sama konservasi internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam mendukung pencapaian FOLU Net Sink 2030 di kawasan GSK-BB, berbagai kegiatan prioritas diarahkan untuk mengintegrasikan aspek konservasi, rehabilitasi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta penguatan tata kelola kehutanan yang baik (Good Forestry Governance).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, tetapi juga pada penguatan kapasitas kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan. Kami percaya bahwa keberhasilan pengelolaan cagar biosfer ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah Kunci&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proyek ini melibatkan berbagai langkah penting untuk mencapai tujuannya. Salah satunya adalah penyusunan Integrated Strategic Management Plan (ISMP) untuk GSK-BB tahun 2025\u20132029 yang mencakup 11 program dan 97 kegiatan. ISMP ini dirancang untuk mengelola zona inti, zona penyangga, dan zona transisi dalam pengelolaan kawasan yang luasnya mencapai 705.721 hektar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembangunan sistem informasi berbasis website dan database juga telah dilakukan untuk mendukung koordinasi, monitoring, evaluasi, dan publikasi hasil pengelolaan GSK-BB. Website ini menjadi platform untuk berbagi informasi dengan publik dan mempermudah akses data bagi semua pemangku kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah penting lain, terutama adalah penguatan kelembagaan untuk dapat berperan mengorganisasikan dan mengintegrasikan seluruh kegiatan dalam sebuah bentang lahan dengan keterlibatan multipihak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memperkuat kelembagaan pengelola Cagar Biosfer GSK-BB, program ini telah berhasil mendorong Pemerintah Provinsi Riau melakukan revitalisasi kelembagaan dengan menerbitkan Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.765\/VIII\/2025 tentang Forum Koordinasi dan Komunikasi Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Forum ini mempunyai tugas untuk mewujudkan sinergisitas pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan seluruh instansi pemerintah dan pemangku kepentingan melalui koordinasi dan komunikasi, serta pembagian peran dan tanggung jawab dalam mengimplementasikan rencana pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB, yang mencakup kawasan inti, penyangga dan transisi, berupa konservasi lanskap alami dan kawasan budi daya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Forum dibantu oleh Sekretariat yang berkedudukan di Kantor Bappeda Provinsi Riau, yang bertugas membantu dan memberikan dukungan atas penyelenggaraan tugas dan fungsi meliputi teknis administrasi, fasilitasi, komunikasi, koordinasi, dokumentasi, pelaporan dan tugas kesekretariatan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pemberdayaan Masyarakat&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rangka memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), bimbingan teknis tentang konservasi lanskap, penyusunan standar pengelolaan, dan penyelesaian konflik tenurial telah dilaksanakan dengan diikuti oleh 53 peserta dari 28 organisasi terkait.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu aspek terpenting dari proyek ini adalah pemberdayaan masyarakat. P2SEMH mengimplementasikan berbagai program untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergantung pada hasil alam di sekitar GSK-BB. Program pendapatan berkelanjutan ini melibatkan pembuatan plot percontohan untuk budidaya lebah madu, mina padi apung, padi ladang, dan rumah produksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program pelatihan keterampilan praktis juga diadakan, yang meliputi pelatihan padi organik, pembuatan batik cap, serta diversifikasi usaha lainnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan penghasilan, tetapi juga mengurangi ketergantungan mereka pada praktik yang merusak lingkungan, seperti ilegal logging.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu terobosan besar adalah upaya untuk membantu pemasaran, yang ke depan memungkinkan hasil produksi dari masyarakat lokal dapat terserap oleh pasar secara berkelanjutan. Terobosan berikutnya adalah mengkomunikasikan hasil kegiatan pemberdayaan tersebut kepada pemerintah kabupaten setempat untuk mendapat perhatian dan dukungan keberlanjutannya. Kampanye publik dan sosialisasi juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi dan pengelolaan cagar biosfer GSK-BB. Kegiatan pembangunan plot percontohan, pelatihan keterampilan praktis, bantuan pemasaran dan komunikasi dengan pemerintah kabupaten dalam pelaksanaannya dibantu oleh Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) Wilayah Riau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Keberlanjutan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai bagian dari <em>exit strategy<\/em> atau strategi keluar, P2SEMH mendorong Forum GSK-BB untuk mengadopsi ISMP yang telah disusun, memanfaatkan database yang ada, serta mengawal proposal pengelolaan ke mekanisme pendanaan Result-Based Contribution (RBC) yang kini sudah berada di Kementerian Kehutanan dan telah diverifikasi tahap pertama oleh tim penilai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proyek ini juga mempersiapkan fase kedua pelaksanaan ITTO PD 712\/13 untuk memberikan dukungan lebih lanjut dalam pengelolaan GSK-BB. Selain itu, melalui tugas pokok P2SEMH dalam perencanaan dan fasilitasi pengembangan sosial ekonomi masyarakat hutan, keberlanjutan program dapat terjaga dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara keseluruhan, kerja sama antara P2SEMH dan ITTO di GSK-BB tidak hanya bertujuan untuk memperkuat konservasi keanekaragaman hayati, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan mengintegrasikan perlindungan ekologi dengan pembangunan ekonomi yang inklusif, proyek ini berupaya mencapai tujuan nasional FOLU Net Sink 2030, serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang digagas oleh PBB.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, proyek ini berharap dapat menjadi contoh pengelolaan lanskap yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di kawasan-kawasan lain yang memiliki tantangan serupa.*<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: Dyah Puspasari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolaborasi P2SEMH dengan ITTO dalam Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu Bogor, 17 September 2025, Kerjasama internasional antara Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan (P2SEMH) dan International Tropical Timber Organization (ITTO) telah diluncurkan dengan fokus pada penguatan pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) di Provinsi Riau. Proyek ini bertujuan untuk mendukung pencapaian&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/2025\/09\/17\/mendorong-kontribusi-cb-gsk-bb-dalam-pencapaian-target-folu-net-sink-2030\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15432,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-15424","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15424","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15424"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15424\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15426,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15424\/revisions\/15426"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15424"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15424"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15424"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}