{"id":15374,"date":"2025-09-17T20:52:00","date_gmt":"2025-09-17T13:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/?p=15374"},"modified":"2025-12-31T09:00:34","modified_gmt":"2025-12-31T02:00:34","slug":"menselaraskan-konservasi-dan-pembangunan-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/2025\/09\/17\/menselaraskan-konservasi-dan-pembangunan-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Menselaraskan Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan\u00a0"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Forum Cagar Biosfer GSK-BB Tetapkan Tiga Misi Utama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pekanbaru, (17 September 2025), Para pemangku kepentingan menyepakati sejumlah pendekatan penting dalam diskusi multi pihak yang diselenggarakan di Pekanbaru beberapa waktu lalu, terutama peningkatan sinergi parapihak dalam menselaraskan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB).\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cagar Bioser GSK-BB\u00a0 merupakan salah satu cagar biosfer yang yang diakui dunia, setelah pada 2009 dideklarasikan UNESCO dalam program <em>Man and the Biosphere<\/em> (MAB), menjadikannya cagar biosfer ke-7 dari dua puluh satu cagar biosfer di Indonesia. Dalam pengelolaannya sejumlah tantangan krusial dihadapi antara lain kerusakan hutan, degradasi lahan, emisi gas rumah kaca, serta keterbatasan data dan kapasitas kelembagaan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi dihadiri oleh representasi Pemerintah Provinsi Riau, Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan (P2SEMH) Kementerian Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Komite Nasional Pelaksana Program Man and Biosphere (MAB) UNESCO Indonesia, unsur swasta dari APP Group, serta sejumlah pemangku kepentingan lain. Diskusi ini dilakukan sebelum gelaran Forum Koordinasi Dan Komunikasi Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu Provinsi Riau di tempat yang sama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam diskusi tersebut, disepakati tiga misi utama dalam peningkatan fungsi CB GSK-BB, yaitu Fungsi Konservasi Bentang Alam, Ekosistem, dan Spesies; Fungsi Pembangunan: Pembangunan Ekonomi dan Manusia yang Berkelanjutan secara Budaya, Sosial, dan Ekologis; Fungsi Logistik: Mendukung Penelitian, Pemantauan, Evaluasi, dan Pendidikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Riau, bahwa CB GSK-BB memiliki visi sebagai Pusat Pengelolaan Kawasan Rawa Gambut Berkelanjutan yang Unggul dengan misi melestarikan keanekaragaman hayati, mendukung kehidupan berkelanjutan, serta memperkuat penelitian, pendidikan, dan komunikasi publik,\u201d papar Kepala Bappeda Provinsi Riau, Purnama Irawansyah, yang juga menjabat Ketua Forum Koordinasi dan Komunikasi Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil\u2013Bukit Batu<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"551\" src=\"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-2-1024x551.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15375\" srcset=\"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-2-1024x551.png 1024w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-2-300x162.png 300w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-2-768x413.png 768w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-2-1536x827.png 1536w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-2.png 1813w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Forum Koordinasi dan Komunikasi GSKBB dibentuk melalui SK Gubernur dengan anggota pemerintah, swasta, perguruan tinggi, LSM, dan media, serta memiliki rencana kerja yang mencakup tiga fungsi utama yaitu konservasi, pembangunan berkelanjutan, dan dukungan logistik. \u201cSeluruh arah kebijakan ini selaras dengan RPJPD Riau 2025\u20132045 yang menargetkan penerapan ekonomi hijau, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim,\u201d jelasnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Chief Sustainability Officer Asia Pulp and Paper (APP) Group, Elim Sritaba menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program APP Forest Positive Policy 2025. \u201dKami memiliki tiga pilar utama yaitu Hutan, Masyarakat, dan Rantai Nilai,\u201d jelasnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dijelaskan bahwa APP secara aktif terlibat dalam perlindungan keanekaragaman hayati di berbagai lokasi strategis di Indonesia. \u201cMelalui peta visual, audiens dibawa melihat upaya konservasi di Riau, Sumatera Selatan, dan Kutai, yang mencakup perlindungan lebih dari seratus spesies satwa dan tumbuhan yang terancam punah,\u201d kata Elim.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara, Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Nurkanto menyoroti kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dan program Ekspedisi Ilmiah Biodiversitas Terestrial (e-Bite) sebagai upaya untuk mengisi kesenjangan data.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"560\" src=\"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-3-1024x560.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15376\" srcset=\"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-3-1024x560.png 1024w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-3-300x164.png 300w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-3-768x420.png 768w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-3-1536x839.png 1536w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-3.png 1645w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAnalisis SWOT terhadap pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB mengidentifikasi kekuatan seperti kekayaan keanekaragaman hayati dan pengelolaan yang kuat di area inti. Meskipun demikian, terdapat kelemahan berupa pengelolaan yang belum terintegrasi di zona transisi dan penyangga, serta kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan,\u201d paparnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Eksekutif MAB-UNESCO, Virni Budi Afrianti menyampaikan bahwa rapat yang diselenggarakan pada 17 September 2025 ini mempunyai arti penting dalam persiapan tinjauan berkala (periodic review) Cagar Biosfer GSK-BB yang akan dilakukan pada 2029 mendatang. \u201cTinjauan Berkala ini merupakan evaluasi penting yang bertujuan memastikan GSK-BB memenuhi kriteria Program Man and the Biosphere (MAB),\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"628\" src=\"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-4-1024x628.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15377\" srcset=\"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-4-1024x628.png 1024w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-4-300x184.png 300w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-4-768x471.png 768w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-4-1536x942.png 1536w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-4.png 1673w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Keberlanjutan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan (P2SEMH) Kementerian Kehutanan, Dodi Sumardi menjelaskan tentang peran Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan (P2SEMH) berperan sebagai pelaksana (executing agency) dalam proyek kerja sama internasional ITTO PD 712\/13 Rev.3 (F) yang berfokus pada penguatan pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB di Provinsi Riau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cProyek ini bertujuan mendukung tercapainya target FoLU Net Sink 2030, sekaligus memastikan keberlanjutan fungsi utama cagar biosfer, yaitu konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan, serta dukungan terhadap penelitian, pendidikan, dan pemantauan lingkungan,\u201d paparnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"545\" height=\"321\" src=\"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-5.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15378\" style=\"aspect-ratio:1.6979019617387918;width:825px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-5.png 545w, https:\/\/gskbb-biosphere.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/image-5-300x177.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 545px) 100vw, 545px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam implementasinya, proyek menghasilkan tiga capaian utama. Pertama, kerangka perencanaan melalui penyusunan Integrated Strategic Management Plan (ISMP) GSKBB 2024\u20132028 yang memuat 11 program dan 97 kegiatan, serta melibatkan 41 pihak dalam pengelolaan zona inti, penyangga, dan transisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, penguatan kapasitas kelembagaan, diwujudkan melalui revitalisasi Forum Koordinasi dan Komunikasi GSKBB dengan terbitnya SK Gubernur Riau No. 765\/VIII\/2025. Forum ini menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk merumuskan rencana kerja dan pengelolaan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, dukungan bagi stakeholder dan masyarakat, yang diwujudkan melalui dialog dengan masyarakat di 15 desa sekitar kawasan, pembuatan demplot percontohan (budidaya lebah madu, mina padi apung, padi ladang, dan rumah produksi), serta pelatihan keterampilan praktis (padi organik, batik, dan diversifikasi usaha lainnya).&nbsp;Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, menyelaraskan program dan memperkuat komunikasi lintas sektor. Cagar biosfer adalah wadah strategis untuk riset dan inovasi yang bertujuan mencapai keseimbangan antara konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan ekonomi berkelanjutan, dan dukungan logistik, yang semuanya menuntut konsepsi pengelolaan yang tepat dan terintegrasi dari berbagai pihak demi kesejahteraan masyarakat dan perlindungan ekosistem.*<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: Islaminur Pempasa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Forum Cagar Biosfer GSK-BB Tetapkan Tiga Misi Utama Pekanbaru, (17 September 2025), Para pemangku kepentingan menyepakati sejumlah pendekatan penting dalam diskusi multi pihak yang diselenggarakan di Pekanbaru beberapa waktu lalu, terutama peningkatan sinergi parapihak dalam menselaraskan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB).\u00a0 Cagar Bioser GSK-BB\u00a0 merupakan salah satu&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/2025\/09\/17\/menselaraskan-konservasi-dan-pembangunan-berkelanjutan\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":622,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-15374","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15374"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15374\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15379,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15374\/revisions\/15379"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/622"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gskbb-biosphere.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}